Advertis

The Most Responsive Free Internet Safelist Advertising since 2003!

Wednesday, January 6, 2016

LUFEAS AL-BAHRONEY

RANAH KOGNITIF MENURUT LORIN ANDERSON



DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..............................................................................................................................................1
ABSTRAK....................................................................................................................................2
ABSTRAK

Taksonomi gloom sudah di kenal lama dalam dunia pendidikan,dan banyak di gunakan oleh  para pendidik  untuk  membantu proses pengajaran..
Dalam taksonomi bloom di kenal tokoh lorin anderson yang berhasil mengembangkan taksonomi tersebut menjadi taksonomi belajar mengajar.
Taksonomi tersebut terbagi menjadi dua yakni dimensi kognitif dan pengetahuan
Kognitif meliputi (1) mengingat , (2) memahami, (3) menerapkan , (4) menganalisis, (5) mengevaluasi,  (6) menciptakan .  dimensi pengetahuan meliputi (1) pengetahuan faktual, (2) pengetahuan konsep tual, (3) pengetahuan prosedural, (4) pengetahuan meta kognisi. 















A.Latar Belakang

Taksonomi bloom pertamakali di cetuskan olehbenjamin s.bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini taksonomi dibuat untuk tujuan pendidikan, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa ranah,, setiap rananah dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarka dirarkinya.
Tujuan pendidikan dibagi kedalam tiga ranah yaitu:
1.      Cognitive domain (ranah kognitif): yang berisi perilaku perilaku yang menekan kan aspek intelektual, seperti pengetahuan , pengertian, dan ketrampilan berfikir,
2.      Affective domain (ranah afektif) : berisi perilaku-perilaku yang menekan kan aspekn perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
3.      Psychomotor domain (ranah psikomotor) : berisi prilaku - prilaku yang menkankan aspek kertampilan motorik seperti tulisan tangan , mengetik, berenang, dan mengoprasikan mesin.

Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan sub kategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat) mulai dari tingkah laku yang sederh ana sampai tingkah laku yang paling kompleks.
Tingkah laku dalam setiap tingkat di asumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai (pemahaman) yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan (pengetahuan)yang ada dalam tingkatan pertama.
Bloom  memimpin pengembangan ranah kognitif yang menghasilkan enam tingkatan kognitif, tingkatan paling sederhana adalah pengetahuan, berikutnya pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian yang lebih bersifat kompleks dan abstrak.

Ketiga ranah dalam taksonomi bloom ini bersifat linier, sehingga seringkali menimbulkan kesukaran , bagi duru ddalam menempatkan konten pembelajaran.
Akhirnya pada tahun 1990 seorang murid dari benyamin bloom, yang bernama Lorin W Anderson melakuan penelitian dan menghasilkan perbaikan terhadap taksonomi bloom, revisinya diterbitkan pada tahun 2001.
Perbaikan yang dilakukan adalah mengubah taksonomi bloom dari kata benda menjadi kata kerja .

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di rumuskan di atas dapat ditarik permasalahan sebagai berikut

Apasaja yang termasuk ranah kognitif  menurut lorin anderson

C. Tujuan penulisan

Adapun tujuan penulisan dari makalah ini  adalah Untuk mengetahui apa ranah kognitif menurut lorin anderson.

BAB II

PEMBAHASAN

 

Ranah kognitif menurut lorin anderson

 

 lorin anderson adalah seorang murid dari benjamin S gloom, ia merupakan seorang profesor di university of south carolina  dari agustus 1973 hingga pensiun pada bulan agustus 2006.Pada tahun 2001 lorin anderson berhasil mengembangkan taksonomi gloom menjadi taksonomi belajar.

Ranah kognitif  ( cognitive domain) berisi prilaku-prilaku yang menekankan aspek intelektual seperti pengetahuan,  pengertian dan ketrampilan berfikir.

Dalam taksonomi gloom ranah kognitif hanya satu dimensi , tapi hasil refisi anderson kognitif dibagi men jadi dua dimensi yakni (1) dimensi pengetahuan , dan (2) dimensi proses kognisi., dimensi pengetahuan meliputi : pengetahuan faltual (factual knowledge), pengethuan konseptual (conceptual knowledge), pengetahun prosedural (procedurl knoeledge), dan pengetahun meta kognisi (meta cognisi knowledge).

Sedangkan dimensi proses kognisi meliputi : ingatan (remember),  pemahaman (understand),  penerapan (aplpy), analisis (analyz), penilaian (evaluate), dan penciptan (cretive).

 

 

 

 

A.   Dimensi Proses Kognisi.,

 

1.      Mengingat (remember)

Mengambil pengetahuan yang relevan dari dalam memori jangka panjang , Menguji ingatan dan menjelaskan jawaban yang faktual dari siswa,

Dapatkah peserta didik mengucapkan atau mengingat  informasi yang ia dapatkan, menyebutkan definisi, menirukan ucapan, menyatakan susunan, dan mengulang suatu pernyataan

2.      Memahami (understanding)

Menerjemahkan , menjabarkan, menafsirkan menyederhanakan dan membuat perhitungan.

Dapatkah peserta didik menjelaskan konsep , mengelompokan , menggambarkan  menjelaskan identifikasi, menempatkan, menerjemahkan  konsep prinsip atau prosedur?

 

 

3.      Menerapkan (applying)

Memahami kapan menerapkan, mengapa menerapkan , dan mengenali pola penerapan  kedalam situasi baru.

Dapatkah peserta didik menerapkan pemahaman nya terhadap situasi yang baru. Memilih , mendemonstrasikan, memerankan , menggunakan, mengilustrasikan, menginterprestasi, menyusun jadwal, membuat sketsa, dan memecahkan masalah.

 

 

4.      Menganalisa (analyzing)

Dapatkah peserta didik memilah  bagian-bagian berdasarkan berdasarkan perbedaan dan kesamaan nya? Mengkaji, membandingkan, mengkontraskan,membedakan, melakukan deskriminasi, memisahkan, menguji, melakukan eksperimen dan mempertanyakan tentang suatu hal?

 

5.      Meng evaluasi (evaluating)

Menilai berdasarkan kriteria , bisakah peserta didik menyatakan baik buruk terhadap sebuah kejadian atau fenomena tertentu.

Memberi argumentasi , mempertahankan, menyatakan , memilih, memberi dukungan, memberi penilaian, dan melakukan evaluasi.

 

6.      Menciptakan (creating)

Dapatkah peserta didik menciptakan sebuah benda atau pandangan?

Menggabungkan unsur – unsur kedalam bentuk atau pola , merakit mengubah , membangun , merancang, mendirikan, dan menciptakan sesuatu

           

 

 

 

 

B.   Dimensi pengetahuan

1.      Pengetahuan faktual (factual knowledge)

 yakni pengetahuan yang berbentuk fakta seperti nama , nomor, jumlah, tahun,  dan sejenisnya.

2.      Pengetahuan konseptual (conceptual knowledge)

yakni pengetahuan yang  berbentuk konsep, devinisi,  hukum dan prinsip.

3.      pengetahun prosedural (procedurl knoeledge)

yakni  pengetahuan berbentuk, prosedur dan cara melakukan sesutu .

4.      pengetahun meta kognisi (meta cognisi knowledge)

pengetahuan mengenai proses kognisi dan setrategi tekait dengan penerapan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan hasil belajar.

 









BAB II

PENUTUP

 

Kesimpulan

 

Menurut binyamin gloom ranah kognitif  merupakan tingkatan pengetahuan dari rendah sampai jenjang yang lebih tinggi.  Menurut nya ranah kognitif meliputi pengetahuan seebagai tingkatan paling sederhana lalu, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian,

 

Anderson merefisi taksonomi   cetusan binyamin gloom yakni dengan merubah kata benda (noun), menjadi kata kerja (verb), menurutnya ini penting di lakukan karna taksonomi gloom sesungguhnya adalah penggambaran proses berfikir ,  hasil revisinya meliputi (1)ingatan (remember), (2) pemahaman (understanding), (3) penerapan (applying), (4) analisis (analysis), (5) penilaian ( evaluation), (6) penciptaan (creation).


 

 






DAFTAR PUSTAKA




https://dwicahyadiwibowo.blogspot.in/2013/02/taksonomi-anderson.html

https://rizky mahmudah.blogspot.in/2014/09/penjelasan-ranah-kognitif-dan.html

Soedjaji,R. 2006 . Mengenail revisi taxonomy bloom . surabaya  :  PPs Unesa





LUFEAS AL-BAHRONEY

About LUFEAS AL-BAHRONEY -

Started from a small dream in sharpening with the seriousness it may be more meaningful than to all the possessions that come instantly without effort #my life is choice.

Subscribe to this Blog via Email :