DAFTAR ISI
DAFTAR
ISI..............................................................................................................................................1
ABSTRAK....................................................................................................................................2
ABSTRAK
Taksonomi gloom sudah di kenal
lama dalam dunia pendidikan,dan banyak di gunakan oleh para pendidik untuk
membantu proses pengajaran..
Dalam taksonomi bloom di kenal
tokoh lorin anderson yang berhasil mengembangkan taksonomi tersebut menjadi
taksonomi belajar mengajar.
Taksonomi tersebut terbagi menjadi
dua yakni dimensi kognitif dan pengetahuan
Kognitif meliputi (1) mengingat ,
(2) memahami, (3) menerapkan , (4) menganalisis, (5) mengevaluasi, (6) menciptakan . dimensi pengetahuan meliputi (1) pengetahuan
faktual, (2) pengetahuan konsep tual, (3) pengetahuan prosedural, (4)
pengetahuan meta kognisi.
A.Latar Belakang
Taksonomi bloom
pertamakali di cetuskan olehbenjamin s.bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini
taksonomi dibuat untuk tujuan pendidikan, tujuan pendidikan dibagi menjadi
beberapa ranah,, setiap rananah dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih
rinci berdasarka dirarkinya.
Tujuan pendidikan
dibagi kedalam tiga ranah yaitu:
1.
Cognitive
domain (ranah kognitif): yang berisi perilaku perilaku yang menekan kan aspek
intelektual, seperti pengetahuan , pengertian, dan ketrampilan berfikir,
2.
Affective
domain (ranah afektif) : berisi perilaku-perilaku yang menekan kan aspekn
perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
3.
Psychomotor
domain (ranah psikomotor) : berisi prilaku - prilaku yang menkankan aspek
kertampilan motorik seperti tulisan tangan , mengetik, berenang, dan
mengoprasikan mesin.
Dari setiap ranah tersebut dibagi
kembali menjadi beberapa kategori dan sub kategori yang berurutan secara
hirarkis (bertingkat) mulai dari tingkah laku yang sederh ana sampai tingkah
laku yang paling kompleks.
Tingkah laku dalam setiap tingkat di
asumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti
misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai (pemahaman) yang berada di tingkatan
kedua juga diperlukan (pengetahuan)yang ada dalam tingkatan pertama.
Bloom
memimpin pengembangan ranah kognitif yang menghasilkan enam tingkatan
kognitif, tingkatan paling sederhana adalah pengetahuan, berikutnya pemahaman,
penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian yang lebih bersifat kompleks dan
abstrak.
Ketiga ranah dalam taksonomi bloom ini
bersifat linier, sehingga seringkali menimbulkan kesukaran , bagi duru ddalam
menempatkan konten pembelajaran.
Akhirnya pada tahun 1990 seorang murid dari
benyamin bloom, yang bernama Lorin W Anderson melakuan penelitian dan
menghasilkan perbaikan terhadap taksonomi bloom, revisinya diterbitkan pada
tahun 2001.
Perbaikan yang dilakukan adalah mengubah
taksonomi bloom dari kata benda menjadi kata kerja .
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah di rumuskan di atas dapat ditarik permasalahan
sebagai berikut
C. Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan dari
makalah ini adalah Untuk mengetahui apa
ranah kognitif menurut lorin anderson.
BAB II
PEMBAHASAN
Ranah
kognitif menurut lorin anderson
lorin anderson adalah seorang murid dari
benjamin S gloom, ia merupakan seorang profesor di university of south
carolina dari agustus 1973 hingga
pensiun pada bulan agustus 2006.Pada tahun 2001 lorin anderson berhasil
mengembangkan taksonomi gloom menjadi taksonomi belajar.
Ranah
kognitif ( cognitive domain) berisi
prilaku-prilaku yang menekankan aspek intelektual seperti pengetahuan, pengertian dan ketrampilan berfikir.
Dalam
taksonomi gloom ranah kognitif hanya satu dimensi , tapi hasil refisi anderson
kognitif dibagi men jadi dua dimensi yakni (1) dimensi pengetahuan , dan (2)
dimensi proses kognisi., dimensi pengetahuan meliputi : pengetahuan faltual
(factual knowledge), pengethuan konseptual (conceptual knowledge), pengetahun
prosedural (procedurl knoeledge), dan pengetahun meta kognisi (meta cognisi
knowledge).
Sedangkan
dimensi proses kognisi meliputi : ingatan (remember), pemahaman (understand), penerapan (aplpy), analisis (analyz),
penilaian (evaluate), dan penciptan (cretive).
A. Dimensi Proses Kognisi.,
1.
Mengingat
(remember)
Mengambil pengetahuan yang
relevan dari dalam memori jangka panjang , Menguji ingatan dan menjelaskan
jawaban yang faktual dari siswa,
Dapatkah peserta didik
mengucapkan atau mengingat informasi
yang ia dapatkan, menyebutkan definisi, menirukan ucapan, menyatakan susunan,
dan mengulang suatu pernyataan
2.
Memahami
(understanding)
Menerjemahkan , menjabarkan,
menafsirkan menyederhanakan dan membuat perhitungan.
Dapatkah peserta didik
menjelaskan konsep , mengelompokan , menggambarkan menjelaskan identifikasi, menempatkan, menerjemahkan konsep
prinsip atau prosedur?
3.
Menerapkan
(applying)
Memahami
kapan menerapkan, mengapa menerapkan , dan mengenali pola penerapan kedalam situasi baru.
Dapatkah
peserta didik menerapkan pemahaman nya terhadap situasi yang baru. Memilih ,
mendemonstrasikan, memerankan , menggunakan, mengilustrasikan,
menginterprestasi, menyusun jadwal, membuat sketsa, dan memecahkan masalah.
4.
Menganalisa (analyzing)
Dapatkah peserta didik
memilah bagian-bagian berdasarkan
berdasarkan perbedaan dan kesamaan nya? Mengkaji, membandingkan,
mengkontraskan,membedakan, melakukan deskriminasi, memisahkan, menguji,
melakukan eksperimen dan mempertanyakan tentang suatu hal?
5.
Meng evaluasi
(evaluating)
Menilai berdasarkan kriteria
, bisakah peserta didik menyatakan baik buruk terhadap sebuah kejadian atau
fenomena tertentu.
Memberi argumentasi ,
mempertahankan, menyatakan , memilih, memberi dukungan, memberi penilaian, dan
melakukan evaluasi.
6.
Menciptakan
(creating)
Dapatkah peserta didik
menciptakan sebuah benda atau pandangan?
Menggabungkan unsur – unsur
kedalam bentuk atau pola , merakit mengubah , membangun , merancang, mendirikan,
dan menciptakan sesuatu
B.
Dimensi pengetahuan
1.
Pengetahuan
faktual (factual knowledge)
yakni pengetahuan yang berbentuk
fakta seperti nama , nomor, jumlah, tahun,
dan sejenisnya.
2.
Pengetahuan
konseptual (conceptual knowledge)
yakni pengetahuan yang berbentuk
konsep, devinisi, hukum dan prinsip.
3.
pengetahun
prosedural (procedurl knoeledge)
yakni pengetahuan berbentuk, prosedur dan cara
melakukan sesutu .
4. pengetahun meta kognisi (meta cognisi knowledge)
pengetahuan mengenai proses kognisi dan setrategi tekait dengan penerapan
pengetahuan tersebut untuk meningkatkan hasil belajar.
BAB II
PENUTUP
Kesimpulan
Menurut
binyamin gloom ranah kognitif merupakan
tingkatan pengetahuan dari rendah sampai jenjang yang lebih tinggi. Menurut nya ranah kognitif meliputi
pengetahuan seebagai tingkatan paling sederhana lalu, pemahaman, penerapan,
analisis, sintesis, dan penilaian,
Anderson
merefisi taksonomi cetusan binyamin
gloom yakni dengan merubah kata benda (noun), menjadi kata kerja (verb),
menurutnya ini penting di lakukan karna taksonomi gloom sesungguhnya adalah
penggambaran proses berfikir , hasil
revisinya meliputi (1)ingatan (remember), (2) pemahaman (understanding), (3)
penerapan (applying), (4) analisis (analysis), (5) penilaian ( evaluation), (6)
penciptaan (creation).
DAFTAR
PUSTAKA
https://dwicahyadiwibowo.blogspot.in/2013/02/taksonomi-anderson.html
https://rizky mahmudah.blogspot.in/2014/09/penjelasan-ranah-kognitif-dan.html
Soedjaji,R. 2006 . Mengenail
revisi taxonomy bloom . surabaya
: PPs Unesa